Rabu, 18 Mei 2016

Jan Koum Pendiri Whatsapp Dari Gelandangan Menjadi Bilyuner

Indostudent.com - Siapa yang tak kenal dengan aplikasi  "whatsapp" sebuah aplikasi instant messeger yang penggunanya telah lebih dari 400 juta orang diseluruh dunia yang sudah menjadi aplikasi  pengguna  terbanyak mengalahkan bleckberry messeger(BBM) dan twitter, saat ini aplikasi whatsaap telah di akusisi secara resmi oleh perusahaan facebook dengan nilai yang fantastis senilai 220 triliun, dibalik kisah sukses whatsapp yang sekarang ada kisah perjuangan yang luar biasa dari pendirinya yaitu jan koum.


Jan koum berasal dari negara Ukraina yang terjadi banyak konflik hingga akhirnya pada usia 17 tahun ia bersama ibunya menjadi imigran lalu pindah ke Amerika, di sana ia tak hidup seperti yang di inginkan ia menjadi seorang gelandangan yang tidak memiliki rumah tempat tinngal ia hanya hidup dari sumbangan subsidi dan jatah makanan dari pemerintah, hingga akhirnya ia menjadi office boy atau petugas kebersihan untuk mendapatkan penghasilan.


Jan koum sempat melanjutkan pendidikannya di Amerika di universitas san jose yang di biayainya sendiri hingga di ia di drop out karena lebih senang  belajar progremming secara otodidat yang dirasanya sesui dengan passionnya.


Setelah merasa cukup dengan ilmu yang dimilikinya jan koum mencoba melamar ke sebuah perusaan  yahoo tanpa ijazah apapun karena di out, jan koum akhirnya di terima sebagai engenering di perusaan tersebut hingga ia mengundurkan diri selelah bekerja selama 10 tahun disana.


Setelah keluar dari yahoo jan koum mencoba melamar pekerjaan di perusahaan facebook milik mark zurkemberg dengan modal yang sama ia pun ditolak untuk bekerja di facebook, mungkin facebook sekarang menyesal telah menolak jan koum.


Akhirnya jan bersama seorang teman yang dulu ia jumpai ketika bekerja di yahoo yang juga pernah bersamanya ketika melamar di facebook bernama Brian action memutuskan untuk membuat dan mengembangkan sebuah aplikasi instant messeger whatsapp yang sekarang menjadi salah satu aplikasi yang banyak di gunakan di seluruh dunia.


Saat ini jan koum sering mengunjungi tempat dimana ia dulu sering mengantri untuk mendapatkan makanan dan untuk mengenang ibunya yang telah meninggal akibat kanker saat ia masih menjadi gelandangan dulu karena tidak ada biaya untuk ibunya berobat.



"Jan koum telah membuktikan bahwa dengan doa,usaha dan kerja keras adalah jalan yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan."


 

Load comments