Senin, 06 Juni 2016

Kegigihan Akio Morita Dalam Membangun Sony Ini Wajib Kamu Tiru

Kamu mungkin asing dengan akio morita, tapi pastinya sudah mengenal Perusahaan Sony, iya kan. Mungkin saja elektornik yang kamu miliki Mereknya sony atau bahkan Smartphonemu juga bermerek sony


Sony memanglah perusahaan elektronik besar yang didirikan oleh akio morita. Untuk membangun perusahaan tersebut, tentunya diperlukan kegigihan. Kamu dapat meniru kegigihan oleh akio morita ini sebagai inspirasi.


Akio Morita dikenal sebagai pendiri perusahaan Sony corporation yang berbisnis di bidang elektronika. Sony corporation telah banyak memproduksi perangkat elektonik seperti TV, Mesin cuci, AC, serta barang elekronik lain serta Smartphone.


Dibalik sebuah perusahaan yang sukses pasti ada pengalaman yang luar biasa yang telah dilakukan oleh sang pendirinya, termasuk akio morita.


Akio morita lahir dari sebuah keluarga pembuat sake yang telah menggelutu bisnis tersebut selama 400 tahun di kota Tokoname. Akio morita tealah dipersiapkan menjadi pewaris binis keluarganya dan di awasi ketat oleh ayahnya. Akio morita sering ikut rapat bersama ayahnya dan juga membantu bisnis keluarganya ini.


Morita pada waktu muda suka membongkar gramofon dan menyusunnya kembali. Sejak usia dini dia gemar mengotak-atik peralatan elektronik dan pelajaran yang menjadi kegemarannya adalah Matematika dan fisika. Setelah lulus dari sekolah tinggi, morita masuk ke department fisika di Osaka imperial University.


Setelah lulus dari Osaka imperial University pada tahun 1944, Morita diangkat menjadi letnan amgkatan laut dan bertemu masaru ibuka dalam angkatan laut wartime research committee.


Setelah perang ia kembali ke rumah keluarganya di Nagoya , Morita diundang untuk bergabung dengan fakultas Tokyo Institute oleh seorang professor. Setelah  membaca artikel yang berjudul “ Blue pensil ” tentang laboratorium penelitian yang didirikan olah ibuka di sebuah kolom surat kabar Asahi.


Morita  mengunjungi ibuka dan mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah perusahaan baru bersama-sama yang diberinama Tokyo Tsushin Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) dengan bermodalkan 190.000 ¥ dan karyawan berjumlah 20 orang.


Selama kemitraan mereka, Ibuka berperan dalam penelitian dan pengembangan produk sedangkan morita berperan penting dalam  memimpin perusahaan di bidang pemasaran, globalisai, keuangan, dan  sumberdaya manusia. Morita juga berperan dalam mempelopori perusahaan masuk kedalam bisnis perangkat lunak dan juga memberikan kontribusi kepada seluruh manajemen perusahaan.


Untuk mengembangkan perusahaannya secara global, Morita mengubah nama perusahaanya menjadi Sony. Memanglah suatu keputusan yang tidak bisa diterima dengan baik oleh rekan perusahaan, Karena Tsushin Tokyo Kogyo sydah di kenal secara luas.


Akan tetapi, Morita beralasan bahwa suatu hari nanti perusahaannya  berkembang menjadi produk selain elektronik dan nama Tsushin Tokyo Kogyo akan tidak lagi sesuai.   Oleh karena itu, ia mengubah namanya menjadi Sony Corporation dan memutuskan untuk menulis 'Sony' .


Pada tahun 1960, Sony Corporation of America didirikan di Amerika Serikat. Morita memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat  bersama keluarganya dan memimpin dalam menciptakan saluran penjualan baru untuk perusahaan.  kreativitas dan ide-ide inovatif dari morita  melahirkan gaya hidup dengan memproduksi Walkman dan perekam kaset video.


Morita juga menunjukkan kemampuannya untuk melepaskan diri dari pemikiran konvensional di bidang keuangan, dengan menawarkan saham di New York Stock Exchange untuk meningkatkan modal.


Dalam bidang sumber daya manusia, Morita menulis buku berjudul Never Mind Sekolah Records dan menekankan bahwa catatan sekolah tidak penting dalam melaksanakan pekerjaan. Morita orang jepang pertama yang diberikan Albert Medal dari  Kerajaan Inggris's Royal Society of Arts dan ia menerima Ordo Nasional Legiun Kehormatan yang  tertinggi dan paling bergengsi di Prancis.


Morita juga dianugerahi First Class Order of the Sacred Treasure dari Kaisar Jepang. Di samping itu, Morita menerima sejumlah penghargaan dari negara-negara seperti Austria, Belgia, Brasil, Jerman, Spanyol, Belanda, dan Amerika serikat yang menun jukkan sejauh mana pengakuannya secara global.


 

Load comments