Jumat, 03 Juni 2016

Kuliah Kedokteran di UGM, dan Sukses di Bisnis Cuci Sepatu

Tirta Air Mandira Hudhi (25) seorang yang kuliah di kedokeran sukses memiliki bisnis cuci sepatu. Berawal dari membuka jasa cuci sepatu di emperan kos-kosan, dan kini berhasil memiliki 19 gerai di beberapa kota di Indonesia, termasuk di Singapura.

Berkat bisnisnya tersebut yang diberinya nama "Shoes And Care" , Tirta mendapat penghargaan dari Google

Sejak kecil, Tirta Air Mandira Hudhi bercita-cita menjadi seorang dokter. Setelah lulus SMA, pria kelahiran Karanganyar, 30 Juli 1991, ini lantas meneruskan studinya masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta

[caption id="" align="alignnone" width="780"] regional.kompas.com[/caption]

Kuliah di Fakultas Kedokteran UGM tak semulus yang diperkirakan. Meski biaya kuliah di UGM saat itu terbilang masih sangat murah, namun ia harus memutar otak demi bisa membeli buku-buku medis yang harganya mahal. Ditambah ia harus mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari di Yogyakarta.

Makan roti basi

Dari tekad untuk mencari uang tambahan itulah akhirnya Tirta membuat usaha mulai dari bidang informasi dan teknologi (IT) sampai fashion. Semuanya dipasarkan dengan basic online. Namun usaha yang dirintisnya itu bukan tanpa kendala, justru bisnisnya mengalami kebangkrutan

Kegagalan dalam membuka usaha itu membuatnya benar-benar tidak memiliki uang lagi. Bahkan Tirta terpaksa harus makan roti basi karena saking tidak ada uang untuk hidup

Saat terhempit seperti, Tirta teringat masih memiliki sepatu-sepatu bekas. Sepatu itu ia kumpulkan dan dibersihkan. Kemudian dijualnya untuk menyambung hidupnya

Jasa cuci sepatu

Pada tahun 2013 saat menjalani ko-asisten (Koas) di Cilacap, Tirta membeli cairan pembersih sepatu. Di sela-sela aktivitas Koas, ia menghabiskan waktu dengan membersihkan sepatunya di mes. Beberapa teman Koas melihat dan meminta agar sepatu mereka juga dibersihkan. Dari situlah Tirta mempunyai ide untuk membuka jasa cuci sepatu kecil-kecilan

Modal yang dikeluarkan saat itu sekitar 400rb untuk membeli pembersihnya, kemudian membuka jasa pembersihan sepatu pada 12 Oktober 2013 lalu

Usaha cuci sepatu tersebut dipasarkan melalui situs jual beli online. Saat itu, Tirta menggunakan sistem jemput bola dengan mengambil sepatu yang ingin dicuci. Dalam sebulan, ia mampu mendapat orderan 20 sampai 30 pasang sepatu. Penghasilan per bulannya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta

Saat kembali ke Yogyakarta, tepatnya pada bulan Februari 2014, Gunung Kelud meletus. Abu letusan Gunung Kelud bahkan sampai ke Yogyakarta. Rumah, motor sampai dengan sepatu saat itu dipenuhi abu Gunung Kelud

Bencana ini membawa berkah bagi Tirta. Ia kebanjiran pesanan membersihkan sepatu

[caption id="" align="alignnone" width="743"] brilio.net[/caption]

Dari teman kos, akhirnya informasi mengenai jasa cuci sepatu Shoes and Care menyebar. Agar lebih banyak orang yang tahu, Tirta pun mempromosikan jasanya lewat media sosial. Ada empat media sosial yang ia gunakan saat itu, mulai dari Instagram, Twitter, Facebook dan situs jual beli online

Awalnya dianggap sepele setelah saya buka empat medsos itu resposnya jadi luar biasa. Saya mengerjakan membersihkan sepatu itu di emperan kos-kosan di daerah Pogung

Diakuinya, saking banyaknya klien, sampai-sampai emperan kos-kosanya di daerah Pogung, Mlati, Sleman, penuh dengan sepatu. Ia pun terpaksa harus menitipkan beberapa sepatu di warung depan kosnya

Dari awalnya ia hanya mendapat Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per bulan dari hasil cuci sepatu. Setelah itu, penghasilan Tirta kian melonjak. Ia dapat meraup keuntungan sampai Rp 10 juta per bulan.

Bikin gerai



Belajar dari kegagalan usahanya di awal, uang hasil cuci sepatu itu ia tabung untuk membuka gerai Shoes and Care. Alhasil, gerai pertama Shoes and Care dibuka di Jalan Langenastran Lor No 16, Kota Yogyakarta.

Berkat keuletan dan kegigihanya, perlahan-lahan putra pasangan Sutarjo dan Yohana Slamet ini berhasil mengembangkan usahanya. Kini, ia memiliki 19 gerai, baik toko maupun agen. Gerai tersebut tersebar di berbagai kota, di antaranya Yogyakarta ada 5 gerai, Solo, 3 gerai, Semarang 1 gerai, Jakarta Selatan 3 gerai, Tangerang 1 gerai, Bandung 1 gerai, Medan 2 gerai, Palembang 1 gerai, Depok 1 gerai dan Singapura 1 gerai

Dari jasa cuci sepatu ini, Tirta juga mendapat penghargaan dari Google. Gerai Shoes and Care dianggap usaha yang paling banyak dicari di Google

Meski dikatakan telah sukses membuka usaha jasa cuci sepatu, namun Tirta tetap ingin menjadi seorang dokter. Sebab menjadi dokter adalah cita-citanya sejak kecil

 

sumber : kompas.com

Load comments